Cara Mencegah Penyebaran Vitiligo

Cara Mencegah Penyebaran Vitiligo

Vitiligo adalah salah satu jenis penyakit kulit yang dapat menganggu penampilan anda dan dapat menyebar dari waktu ke waktu. Hal ini dapat menyebabkan ketidakpercayaan diri dan juga menyebabkan depresi. Vitiligo dapat muncul dibagian tubuh mana saja, dengan ukuran kecil maupun besar.

Cara Mencegah Penyebaran Vitiligo

Vitiligo muncul karena adanya gangguan autoimunitas, dimana kulit kehilangan pigmen dan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan makan, paparan antibiotik yang keras, steroid, perubahan lingkungan, gangguan status mental dan buruknya dalam menjaga kebersihan.

Berbagai makanan yang mengandung tinggi vitamin C dapat mempercepat penyebaran penyakit vitiligo. Meskipun vitamin C sering disebutkan baik untuk merangsang kolagen, namun tidak bagi penderita vitiligo. Para ahli kesehatan juga telah melaporkan bahwa asupan vitamin C yang besar dapat mempercepat perubahan warna. Hal ini juga berlaku pada beberapa makanan yang di fermentasi, seperti yoghurt. Para ahli juga memperingatkan bahwa vitiligo dapat menyebar dengan cepat apabila :

  1. Anda kekurangan vitamin D3
  2. Gangguan hormon tiroid
  3. Kekurangan vitamin B12
  4. Sering berenang di kolam yang mengandung kaporit
  5. Mengobati vitiligo dengan obat yang mengandung kortikosteroid. Obat ini mungkin akan mengurangi warna putih di kulit, namun akan semakin menyebar apabila pengobatan di hentikan

Lantas Pengobatan Apa Yang Cepat Untuk Menghilangkan Vitiligo?

Di jaman yang serba modern ini, ada banyak sekali pengobatan yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kulit vitiligo. Ada yang secara alami dan ada juga pengobatan yang dilakukan dengan memakai bahan-bahan kimia.  Dokter spesialis penyakit kulit umumnya memberikan resep pengobatan sesuai dengan lokasi, ukuran dan tingkat keparahan penyakit. Setiap pasien akan memiliki respon tubuh yang berbeda-beda terhadap satu jenis pengobatan. Adapun jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya ialah obat-obatan, pembedahan dan kombinasi keduanya. Berikut adalah perawatan medis yang non operasi :

  1. Menggunakan terapi krim topikal. Biasanya dokter meresepkan krim yang mengandung kortikosteroid, dimana ia dapat membantu pengembalian warna kulit. Namun ia memiliki efek samping tersendiri
  2. Perawatan dengan menggunakan cahaya atau excimer laser. Dapat meringankan penyakit, namun hasilnya tidak permanen
  3. Obat yang mengandung Photochemotherapy psoralen. Senyawa tersebut mengandung bahan kimia yang dapat bereaksi dengan sinar ultraviolet untuk menimbulkan reaksi penggelapan kulit. Namun ia memiliki efek samping yang cukup ekstrim seperti sensasi kulit terbakar, mual dan muntah, gatal-gatal, pertumbuhan rambut tidak normal dan hiperpigmentasi.
  4. Depigmentasi. Ini adalah perawatan khusus bagi orang yang memiliki vitiligo lebih dari 50% pada tubuh mereka. Namun mereka yang menjalani terapi ini disarankan untuk menghindari kontak langsung kulit-ke-kulit dengan orang lain, setidaknya 2 jam setelah menerapkan obat. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan depigmentasi kepada orang lain. Adapun efek samping utama terapi depigmentasi adalah peradangan (kemerahan dan bengkak) pada kulit, gatal-gatal dan kulit kering. Depigmentasi cenderung permanen dan tidak mudah terbalik. Selain itu, orang yang mengalami depigmentasi akan selalu sangat sensitif terhadap sinar matahari.

Pengobatan Dengan Pembedahan

Pengobatan dengan teknik bedah dapat menjadi pilihan kedua, apabila pengobatan dengan menggunakan krim topikal dan yang lainnya tidak dapat bekerja untuk menutupi atau meratakan warna kulit seperti sediakala. Berikut adalah beberapa jenis operasi yang disarankan:

  1. Cangkok kulit. Ini merupakan suatu pengobatan dimana dokter akan mengambil kulit sehat dari bagian tubuh lain dan menempelkannya pada kulit yang terkena vitiligo. Pengobatan dengan cara ini dapat menimbulkan beberapa kemungkinan komplikasi seperti infeksi, pengembangan jaringan parut, atau mungkin gagal nya pencangkokan dikarenakan kulit tidak menerima jaringan baru.
  2. Micropigmentation. Ini merupakan prosedur pembedahan yang melibatkan penanaman pigmen ke dalam kulit dengan alat operasi khusus (tato bibir). Ini bekerja untuk daerah bibir, terutama pada orang dengan kulit gelap. Namun terapi ini cenderung memudar dari waktu ke waktu. Selain itu, tato bibir juga dapat menyebabkan penderitanya memiliki herpes simpleks.
  3. Transplantasi melanosit autologus. Dalam prosedur ini, dokter mengambil sampel dari pigmentasi kulit normal Anda dan menempatkannya di piring laboratorium yang berisi larutan kultur sel khusus untuk tumbuh melanosit. Ketika melanosit dalam larutan kultur telah dikalikan, dokter transplantasi mereka untuk patch kulit depigmented Anda. Prosedur ini saat ini eksperimental dan tidak praktis untuk perawatan rutin orang dengan vitiligo. Hal ini juga sangat mahal, dan efek samping yang tidak diketahui.

Bagaimana saya bisa mendapatkan pengobatan dengan cara yang alami? KLIK LINK DI BAWAH INI

Cara Menghilangkan Penyakit Kulit Vitiligo