Operasi miom dan angkat rahim

Anda memiliki miom dan harus di operasi?
Jika anda sedang mencari pengobatan alternatif dan cara lain yang bisa bantu sembuhkan penyakit, anda berada di situs yang tepat!
Kami juga akan menjelaskan tentang beberapa resiko jika rahim anda diangkat. Simak dan jangan kemana-mana!

 Operasi miom dan angkat rahim

Operasi Miom Dan Angkat Rahim

Miom merupakan suatu tumor jinak yang dapat membesar dan bisa tumbuh di luar ataupun didalam rahim. Ini merupakan alasan mengapa seorang wanita tidak bisa mendapatkan kehamilan sebelum miom hilang, karena penderitanya bisa mengalami keguguran sampai berulang-ulang, jika dipaksakan terus seperti itu. Untuk gejalanya sendiri, penderita miom dapat mengalami perdarahan hebat, nyeri dibagian bawah perut dan juga kelemahan.

Pendarahan berat yang di timbulkan penyakit ini juga dapat menyebabkan mereka mengalami anemia. Anemia disini juga berpotensi mengancam jiwa, seperti gagal jantung kongestif, angina, aritmia atau serangan jantung. Miom adalah penyakit yang dapat membuat kemampuan tubuh menjadi lemah dalam mencegah pendarahan sehingga dapat membuat tubuh shock dan jatuh dalam komplikasi yang sangat berat.

Penghapusan miom dengan cara operasi

Operasi pengangkatan miom dapat dilakukan oleh para ahli yang mahir di bidangnya dan harus di hapus sampai bersih total, agar tidak menyebabkan pendarahan, nyeri panggul dan kemandulan. Ada 2 jenis operasi yang paling banyak di sarankan, yang pertama adalah miomektomi, dimana hanya menghapus jaringan miom nya saja dan yang kedua adalah histerektomi, dimana miom diangkat bersamaan dengan rahim. Sebuah operasi histerektomi mungkin sangat dianjurkan bagi pasien yang tidak memiliki keinginan untuk punya anak lagi dan juga sangat dianjurkan bagi pasien yang miomnya sering kambuh. Hal ini memang dapat mencegah miom datang kembali, namun dapat menempatkan anda kedalam beberapa bahaya, seperti :

  • Memiliki jaringan parut
  • Mengalami menopause dini
  • Mengalami kelemahan pada otot-otot panggul dan ligamen yang mendukung vagina, kandung kemih dan rektum
  • Beresiko mengalami gangguan buang air kecil
  • Nyeri panggul

Demam setelah operasi juga sering terjadi dan biasanya merupakan suatu tanda jika pasien mengalami infeksi, penggumpalan darah di kaki atau paru-paru, pendarahan vagina, atau merupakan tanda jika tubuh kehilangan banyak darah, yang membuat pasien membutuhkan transfusi darah yang lebih banyak lagi. baca juga : pengalaman sembuh dari miom tanpa operasi

Dapatkah miom berkembang menjadi kanker

Penting bagi semua wanita memeriksakan kesehatan secara rutin, satu sampai tiga bulan sekali. Jika anda mendapatkan sebuah hasil positif menderita miom dan mulai mengembangkan gejala serius, maka operasi dapat di pertimbangkan. Jika pertumbuhan miom ini terus berkembang sangat pesat bahkan meningkat dua kali lipat dalam beberapa minggu atau beberapa bulan, maka operasi sangat dianjurkan. Anda juga tidak perlu khawatir, karena miom tidak akan menyebabkan seseorang untuk mengalami kanker rahim.

Hal ini didapatkan berdasarkan sebuah studi genetik miom dan kanker rahim, yang menujukan bahwa mereka memiliki mutasi genetik yang sangat berbeda dan menunjukan bahwa kanker rahim tidak berkembang dari sel miom. Rata-rata usia wanita yang mengambangkan miom sering terjadi pada usia 38 tahunan dan jarang dimiliki oleh wanita muda. Jadi, anda tidak perlu khawatir dengan miom dan hanya disarankan untuk fokus terhadap pengobatan tanpa memikirkan hal-hal yang jarang terjadi.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat 🙂